Presiden Prabowo Subianto sempat mengundang para presiden dan wapres terdahulu ke Istana Kepresidenan, Jakarta. Dalam pertemuan itu, Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri tidak hadir dalam pertemuan itu.
Namun, Megawati sudah menitipkan pesan secara khusus untuk Prabowo. Pesan itu berkaitan dengan kondisi geopolitik dunia saat ini.
Jubir PDIP Guntur Romli mengatakan, Megawati mengirimkan pesan kepada Prabowo, terutama berkaitan dengan Palestina dan Iran saat ini. Megawati meminta Prabowo tetap teguh memperjuangkan kemerdekaan Palestina dan membela Iran.
“Ibu Megawati juga menitipkan pesan kepada Presiden Prabowo agar Indonesia tetap teguh dalam prinsip bebas aktif dan membela kemerdekaan Palestina dan juga membela kedaulatan Iran yang saat ini diserang oleh Israel dan Amerika Serikat,” kata Guntur dalam keterangannya, dikutip Kamis (5/3).
Dalam pertemuan di Istana, Megawati diwakili oleh Ketua DPR sekaligus Ketua DPP PDIP Puan Maharani. Pesan itu disampaikan melalui Puan kepada Prabowo.
Guntur mengatakan, Megawati juga mengingatkan Prabowo terkait sikap politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif. Megawati juga mengingatkan, peran konstitusi Indonesia yang menegaskan tak boleh ada lagi penjajahan di dunia.
“Dalam Undang-Undang Dasar 1945 di pembukaan dinyatakan bahwa kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan,” tutur dia.
“Ibu Megawati juga menegaskan prinsip Dasasila dari Konferensi Asia Afrika era Bung Karno harus terus dilanjutkan dan menghormati kedaulatan dan kemerdekaan negara dan bangsa yang ada di dunia,” kata Guntur.
Sementara, terkait ketidakhadiran dalam pertemuan bersama para presiden dan wapres terdahulu, Guntur menyebut, Megawati sudah memiliki agenda terjadwal di Bali.
“Ibu Megawati Soekarnoputri belum bisa menghadiri undangan dari Presiden Prabowo karena beliau berada di luar Jakarta. Sejak pekan lalu, Ibu Megawati Soekarnoputri berada di Bali untuk mengikuti acara konsolidasi internal partai dan program kreatif Singgasana Seni,” ucap dia.

Prabowo secara khusus mengundang presiden dan wapres terdahulu ke Istana. Tampak hadir Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden ke-7 Jokowi. Juga para wapres terdahulu, yakni Jusuf Kalla, Boediono, dan Ma’ruf Amin.
Selain itu, para ketum parpol parlemen juga hadir. Ada Puan mewakili PDIP, Ketum Golkar sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Ketua Harian Partai Gerindra yang juga Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad.
Lalu, ada Ketum PKB yang juga Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (Cak Imin), Ketum Partai NasDem Surya Paloh, Presiden PKS Almuzammil Yusuf, Ketum PAN yang juga Menko Pangan Zulkifli Hasan, dan Ketum Partai Demokrat yang juga Menko Infrawil Agus Harimurti Yudhoyono.
Hadir pula para menteri luar negeri terdahulu, seperti Hasan Wirayuda dan Alwi Shihab. Juga sejumlah menteri Kabinet Merah Putih.
Dalam pertemuan itu, Prabowo menjelaskan bagaimana kondisi geopolitik dunia setelah perang Iran vs Israel-AS pecah. Prabowo juga mendengar masukan terkait kesiapan Indonesia dalam menghadapi segala dampak yang timbul akibat perang ini, terutama dari sisi ekonomi.
