Close Menu
Naradata
    Berita Terkini

    PANGLIMA MILITER IRAN TEGASKAN SIAP PERANG DENGAN AMERIKA

    14 Januari 2026

    EFEK GEJOLAK GLOBAL RUPIAH TERTEKAN, BANK INDONESIA PERKUAT STABILISASI

    14 Januari 2026

    KPK BERGERAK GELEDAH KANTOR DIRJEN PAJAK

    14 Januari 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • PANGLIMA MILITER IRAN TEGASKAN SIAP PERANG DENGAN AMERIKA
    • EFEK GEJOLAK GLOBAL RUPIAH TERTEKAN, BANK INDONESIA PERKUAT STABILISASI
    • KPK BERGERAK GELEDAH KANTOR DIRJEN PAJAK
    • TRUMP ANCAM PIDANA KETUA THE FED JEROME POWELL, HARGA EMAS DUNIA LANGSUNG MELONJAK
    • BERULAH LAGI, TRUMP ANCAM SANKSI TARIF SEBESAR 25 PERSEN KE NEGARA MITRA BISNIS IRAN
    • PRESIDEN TARGETKAN 2029 KEMISKINAN EKSTREM DI RI HILANG
    • JELANG RAKERNAS PDIP, SEKJEN HASTO SAMPAIKAN PDIP OPOSISI!
    • AKHIRI DRAMA, AKHIRYA KPK TETAPKAN EKS MENAG GUS YAQUT SEBAGAI TERSANGKA
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Naradata
    • Berita
      • Indonesia
      • Internasional
    • Politik
      • Politik Nasional
      • Politik Internasional
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Entertainment
      • Musik
    • Sports
      • Sepakbola
      • Olahraga Lainnya
    • Lifestyle
    • More
      • Travel
      • Pendidikan
      • Makanan
      • Hukum
      • Sejarah
      • Kesehatan
    Naradata
    Home » Blog » EFEK GEJOLAK GLOBAL RUPIAH TERTEKAN, BANK INDONESIA PERKUAT STABILISASI
    Bisnis

    EFEK GEJOLAK GLOBAL RUPIAH TERTEKAN, BANK INDONESIA PERKUAT STABILISASI

    NaradataBy Naradata14 Januari 2026Tidak ada komentarMenit Baca
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Nilai tukar rupiah kembali tertekan. Pada Selasa (13/1), Bank Indonesia (BI) mencatat nilai tukar rupiah ditutup berada di 16.860 atau melemah 1,04 persen secara year to date.

    Berdasarkan data Bloomberg, kurs rupiah terhadap dolar AS pada Rabu (14/1) pukul 11.15 WIB berada di Rp 16.863 atau menguat 14 poin (0,08 persen).

    Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin G Hutapea, menyebut tekanan global pada awal 2026 cukup kuat. Hal ini dipicu eskalasi tensi geopolitik, kekhawatiran terhadap independensi bank sentral di sejumlah negara maju, serta ketidakpastian arah kebijakan moneter The Fed di tengah meningkatnya kebutuhan valas domestik.

    “Bank Indonesia konsisten menjaga stabilitas nilai tukar sehingga dapat menjaga stabilitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi,” kata Erwin dalam keterangan tertulis, Rabu (14/1).

    Erwin mengatakan pelemahan rupiah itu masih sejalan dengan mata uang regional lain, seperti won Korea yang melemah 2,46 persen dan peso Filipina 1,04 persen.

    Menurutnya, stabilitas rupiah tetap terjaga berkat langkah kebijakan stabilisasi yang dilakukan BI secara berkelanjutan. Otoritas moneter melakukan intervensi melalui NDF di pasar off-shore kawasan Asia, Eropa, dan Amerika, serta intervensi di pasar domestik melalui transaksi spot, DNDF, dan pembelian SBN di pasar sekunder. Aliran modal asing juga turut menopang rupiah, terutama ke instrumen SRBI dan pasar saham dengan arus masuk neto Rp 11,11 triliun pada Januari 2026.

    Ketahanan eksternal Indonesia dinilai masih solid. Cadangan devisa pada akhir Desember 2025 tercatat sebesar USD 156,5 miliar atau setara 6,4 bulan impor, sehingga memadai sebagai penyangga menghadapi gejolak pasar keuangan global.

    BI menegaskan akan terus berada di pasar untuk memastikan pergerakan rupiah sesuai fundamental dan mekanisme pasar yang sehat.

    “Bank Indonesia akan terus berada di pasar untuk memastikan nilai tukar Rupiah bergerak sesuai dengan nilai fundamental dan mekanisme pasar yang sehat,” ungkap Erwin.

    Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi.

    Di sisi lain, Pengamat Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi menilai tekanan terhadap rupiah berasal dari kombinasi sentimen eksternal dan internal. Dari luar negeri, meningkatnya tensi geopolitik global mulai dari konflik Timur Tengah, dinamika politik di Amerika Serikat, hingga serangan Ukraina ke fasilitas minyak Rusia yang menciptakan ketidakpastian dan menekan mata uang negara berkembang.

    Dari dalam negeri, Ibrahim menyoroti persepsi pasar terkait koordinasi kebijakan.

    “Pelemahan rupiah saat ini dipengaruhi kombinasi sentimen eksternal dan internal,” pungkas Ibrahim.

    Ibrahim menilai belum sinkronnya kebijakan fiskal dan moneter, serta persepsi intervensi yang kurang agresif, membuat pasar ragu. Selain itu, tekanan fiskal dan arah kebijakan pertumbuhan 2026 turut menambah kekhawatiran investor.

    Ke depan, Ibrahim memperkirakan rupiah masih berpotensi tertekan dalam jangka pendek di kisaran Rp 16.800-Rp 16.850 per dolar AS. Hingga akhir tahun, nilai tukar bisa mengarah ke Rp 17.500 jika tidak ada perbaikan signifikan. Ia menekankan pentingnya penguatan koordinasi kebijakan dan intervensi yang konsisten serta kredibel agar rupiah kembali menguat.

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Naradata

    Related Posts

    TRUMP ANCAM PIDANA KETUA THE FED JEROME POWELL, HARGA EMAS DUNIA LANGSUNG MELONJAK

    13 Januari 2026

    TRUMP AKAN REIMBURSE PERUSAHAAN AS YANG AMBIL ALIH INDUSTRI MINYAK VENEZUELA

    07 Januari 2026

    EMAS CETAK HARGA TERTINGGI SEJAK 1979, DAMPAK AMERIKA LATIN MEMANAS

    05 Januari 2026
    Tinggalkan Komentar Cancel Reply

    Berita Top

    KATA MENAG: KALAU CARI UANG JANGAN JADI GURU, JADI PEDAGANG

    03 September 202529 Views

    BREAKING NEWS! HASIL RAPAT SYURIAH MEMINTA KETUM PB NU MUNDUR TERATUR

    24 November 202510 Views

    PRABOWO TURUN TANGAN SELESAIKAN MASALAH 2 GURU YANG DIPECAT DAN DIHUKUM KARENA BANTU HONORER YANG TAK DIGAJI

    13 November 202510 Views

    MENPERIN AKAN TEMUI PURBAYA, MINTA PEMINDAHAN JALUR MASUK BARANG IMPOR

    14 November 20259 Views
    Jangan Lewatkan
    Internasional

    PANGLIMA MILITER IRAN TEGASKAN SIAP PERANG DENGAN AMERIKA

    By Naradata14 Januari 20260

    Panglima Militer Iran Mayor Jenderal Amir Hatami menyatakan kesiapan mereka menghadapi jika terjadi perang. Amir…

    EFEK GEJOLAK GLOBAL RUPIAH TERTEKAN, BANK INDONESIA PERKUAT STABILISASI

    14 Januari 2026

    KPK BERGERAK GELEDAH KANTOR DIRJEN PAJAK

    14 Januari 2026

    TRUMP ANCAM PIDANA KETUA THE FED JEROME POWELL, HARGA EMAS DUNIA LANGSUNG MELONJAK

    13 Januari 2026
    Ikuti Kami Terus
    • Facebook
    • Twitter
    • WhatsApp
    Tentang Kami
    Tentang Kami

    NARADATA adalah perusahaan penyedia platform, layanan big data, riset dan pengolahan data yang berpengalaman dibidang publikasi, produksi content digital dan strategi komunikasi.

    Facebook X (Twitter)
    Pilihan Kami

    PANGLIMA MILITER IRAN TEGASKAN SIAP PERANG DENGAN AMERIKA

    14 Januari 2026

    EFEK GEJOLAK GLOBAL RUPIAH TERTEKAN, BANK INDONESIA PERKUAT STABILISASI

    14 Januari 2026

    KPK BERGERAK GELEDAH KANTOR DIRJEN PAJAK

    14 Januari 2026
    Berita Populer

    KATA MENAG: KALAU CARI UANG JANGAN JADI GURU, JADI PEDAGANG

    03 September 202529 Views

    BREAKING NEWS! HASIL RAPAT SYURIAH MEMINTA KETUM PB NU MUNDUR TERATUR

    24 November 202510 Views

    PRABOWO TURUN TANGAN SELESAIKAN MASALAH 2 GURU YANG DIPECAT DAN DIHUKUM KARENA BANTU HONORER YANG TAK DIGAJI

    13 November 202510 Views
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Home
    © 2026 naradata

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.