Close Menu
Naradata
    Berita Terkini

    OJK DUKUNG POLRI UNGKAP PRAKTIK SAHAM GORENGAN

    03 Februari 2026

    KELUARKAN REDNOTICE, INTERPOL BURU RIZA CHALID

    03 Februari 2026

    ISTANA SAMPAIKAN PRESIDEN AKAN MENERIMA PIMPINAN ORMAS KEAGAMAAN UNTUK MEMBAHAS SITUASI TERKINI

    03 Februari 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • OJK DUKUNG POLRI UNGKAP PRAKTIK SAHAM GORENGAN
    • KELUARKAN REDNOTICE, INTERPOL BURU RIZA CHALID
    • ISTANA SAMPAIKAN PRESIDEN AKAN MENERIMA PIMPINAN ORMAS KEAGAMAAN UNTUK MEMBAHAS SITUASI TERKINI
    • PRESIDEN KUMPULKAN SELURUH KEPALA DAERAH DI JAKARTA, AKAN BERI ARAHAN TENTANG SITUASI GLOBAL DAN LOKAL
    • ISRAEL KEMBALI SERANG PALESTINA, INDONESIA MENGECAM KERAS
    • AKHIRNYA TRUMP MELUNAK KE IRAN, TRUMP BERHARAP ADA KESEPAKATAN
    • PENERIMA BANSOS BAKAL JADI ANGGOTA KOPDES MERAH PUTIH
    • BMKG BERI PERINGATAN BIBIT SIKLON 91S BERPELUANG TINGGI JADI SIKLON, BERIKUT DAMPAKNYA
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Naradata
    • Berita
      • Indonesia
      • Internasional
    • Politik
      • Politik Nasional
      • Politik Internasional
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Entertainment
      • Musik
    • Sports
      • Sepakbola
      • Olahraga Lainnya
    • Lifestyle
    • More
      • Travel
      • Pendidikan
      • Makanan
      • Hukum
      • Sejarah
      • Kesehatan
    Naradata
    Home » Blog » INDONESIA RESMI GABUNG DEWAN PERDAMAIAN PIMPINAN TRUMP
    Internasional

    INDONESIA RESMI GABUNG DEWAN PERDAMAIAN PIMPINAN TRUMP

    NaradataBy Naradata22 Januari 2026Tidak ada komentarMenit Baca
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Indonesia bersama 7 negara Islam/mayoritas muslim sepakat untuk menerima undangan Presiden AS Donald Trump untuk bergabung dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.

    Keputusan itu tertuang dalam pernyataan bersama Menlu RI bersama Menlu Turki, Mesir, Yordania, Pakistan, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

    Berikut pernyataan bersama 8 negara tersebut yang diunggah di akun media sosial mereka masing-masing, termasuk Kemlu RI, Kamis (22/1):

    Para Menteri Luar Negeri dari Republik Turkiye, Republik Arab Mesir, Kerajaan Hasyimiyah Yordania, Republik Indonesia, Republik Islam Pakistan, Negara Qatar, Kerajaan Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab menyambut baik undangan yang disampaikan kepada para pemimpin mereka oleh Presiden Amerika Serikat, Donald J. Trump, untuk bergabung dalam Dewan Perdamaian (Board of Peace).

    Para Menteri mengumumkan keputusan bersama negara mereka untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian. Masing-masing negara akan menandatangani dokumen penggabungan sesuai dengan prosedur hukum dan prosedur operasional lainnya yang diperlukan di negara masing-masing.

    Para Menteri menegaskan kembali dukungan negara mereka terhadap upaya perdamaian yang dipimpin oleh Presiden Trump, dan memperkuat komitmen negara mereka untuk mendukung implementasi misi Dewan Perdamaian sebagai administrasi transisi, sebagaimana diatur dalam Rencana Komprehensif untuk Mengakhiri Konflik Gaza dan disahkan oleh Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803, yang bertujuan untuk mengonsolidasikan gencatan senjata permanen, mendukung rekonstruksi Gaza, dan memajukan perdamaian yang adil dan langgeng yang berlandaskan pada hak menentukan nasib sendiri dan kenegaraan Palestina sesuai dengan hukum internasional, sehingga membuka jalan bagi keamanan dan stabilitas bagi semua negara dan bangsa di kawasan tersebut.

    Menurut rencana, Trump dan negara yang bergabung Dewan Perdamaian akan meneken dokumen legal pada Kamis petang di Davos, Swiss lokasi World Economic Forum(WEF) yang sedang berlangsung.

    Saat ini, sejumlah pemimpin negara termasuk Presiden Prabowo sedang menghadiri WEF. WEF merupakan wadah pertemuan bagi para pemimpin paling berpengaruh di dunia untuk membahas tantangan global.

    Selain Indonesia dan 7 negara Islam itu, sejumlah negara telah memutuskan bergabung Dewan Perdamaian bentukan Trump seperti Israel, Vietnam, Hungaria, Argentina, Maroko, Kazakhstan, dan Uzbekistan.

    Dikabarkan ada 60-an negara yang diundang Trump untuk bergabung. Namun, untuk saat ini China dan negara-negara Uni Eropa mengabaikan tawaran Trump.

    Sementara itu, Trump menawarkan dua keanggotaan dalam Dewan Perdamaian.

    Pertama, anggota permanen/pendiri. Wajib membayar iuran 1 miliar dolar AS (sekitar Rp 16,8 triliun).

    Kedua, anggota transisi. Bagi negara yang bergabung untuk masa jabatan 3 tahun guna mengawal misi kemanusiaan dan rekonstruksi sesuai Resolusi DK PBB 2803.

    Negara yang menjadi anggota permanen tidak ada batas masa keanggotaan.

    Banyak analis menilai Dewan Perdamaian bentukan Trump ini akan menjadi saingan DK PBB.

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Naradata

    Related Posts

    ISRAEL KEMBALI SERANG PALESTINA, INDONESIA MENGECAM KERAS

    02 Februari 2026

    AKHIRNYA TRUMP MELUNAK KE IRAN, TRUMP BERHARAP ADA KESEPAKATAN

    02 Februari 2026

    PRABOWO MEMAMERKAN BERBAGAI CAPAIAN DI WORLD ECONOMIC FORUM 2026

    23 Januari 2026
    Tinggalkan Komentar Cancel Reply

    Berita Top

    KATA MENAG: KALAU CARI UANG JANGAN JADI GURU, JADI PEDAGANG

    03 September 202529 Views

    WASPADA MODUS BARU TERORISME: DOKTRIN ANAK MUDA LEWAT GAME ONLINE

    21 November 202512 Views

    BREAKING NEWS! HASIL RAPAT SYURIAH MEMINTA KETUM PB NU MUNDUR TERATUR

    24 November 202511 Views

    PRABOWO TURUN TANGAN SELESAIKAN MASALAH 2 GURU YANG DIPECAT DAN DIHUKUM KARENA BANTU HONORER YANG TAK DIGAJI

    13 November 202510 Views
    Jangan Lewatkan
    Bisnis

    OJK DUKUNG POLRI UNGKAP PRAKTIK SAHAM GORENGAN

    By Naradata03 Februari 20260

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengaku hingga saat ini belum menerima laporan resmi terkait penyelidikan yang…

    KELUARKAN REDNOTICE, INTERPOL BURU RIZA CHALID

    03 Februari 2026

    ISTANA SAMPAIKAN PRESIDEN AKAN MENERIMA PIMPINAN ORMAS KEAGAMAAN UNTUK MEMBAHAS SITUASI TERKINI

    03 Februari 2026

    PRESIDEN KUMPULKAN SELURUH KEPALA DAERAH DI JAKARTA, AKAN BERI ARAHAN TENTANG SITUASI GLOBAL DAN LOKAL

    02 Februari 2026
    Ikuti Kami Terus
    • Facebook
    • Twitter
    • WhatsApp
    Tentang Kami
    Tentang Kami

    NARADATA adalah perusahaan penyedia platform, layanan big data, riset dan pengolahan data yang berpengalaman dibidang publikasi, produksi content digital dan strategi komunikasi.

    Facebook X (Twitter)
    Pilihan Kami

    OJK DUKUNG POLRI UNGKAP PRAKTIK SAHAM GORENGAN

    03 Februari 2026

    KELUARKAN REDNOTICE, INTERPOL BURU RIZA CHALID

    03 Februari 2026

    ISTANA SAMPAIKAN PRESIDEN AKAN MENERIMA PIMPINAN ORMAS KEAGAMAAN UNTUK MEMBAHAS SITUASI TERKINI

    03 Februari 2026
    Berita Populer

    KATA MENAG: KALAU CARI UANG JANGAN JADI GURU, JADI PEDAGANG

    03 September 202529 Views

    WASPADA MODUS BARU TERORISME: DOKTRIN ANAK MUDA LEWAT GAME ONLINE

    21 November 202512 Views

    BREAKING NEWS! HASIL RAPAT SYURIAH MEMINTA KETUM PB NU MUNDUR TERATUR

    24 November 202511 Views
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Home
    © 2026 naradata

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.