Close Menu
Naradata
    Berita Terkini

    RUPIAH ANJLOK KE RP 16.925 PER DOLAR AS, IMBAS ISU GREENLAND-DEFISIT APBN 2025

    19 Januari 2026

    AHY SAMPAIKAN PENYEBAB UTAMA PESAWAT ATR 42-500 JATUH MASIH DIINVESTIGASI

    19 Januari 2026

    TRUMP ANCAM KENAIKAN TARIF 10% BAGI NEGARA EROPA PENDUKUNG GREENLAND

    19 Januari 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • RUPIAH ANJLOK KE RP 16.925 PER DOLAR AS, IMBAS ISU GREENLAND-DEFISIT APBN 2025
    • AHY SAMPAIKAN PENYEBAB UTAMA PESAWAT ATR 42-500 JATUH MASIH DIINVESTIGASI
    • TRUMP ANCAM KENAIKAN TARIF 10% BAGI NEGARA EROPA PENDUKUNG GREENLAND
    • PANGLIMA MILITER IRAN TEGASKAN SIAP PERANG DENGAN AMERIKA
    • EFEK GEJOLAK GLOBAL RUPIAH TERTEKAN, BANK INDONESIA PERKUAT STABILISASI
    • KPK BERGERAK GELEDAH KANTOR DIRJEN PAJAK
    • TRUMP ANCAM PIDANA KETUA THE FED JEROME POWELL, HARGA EMAS DUNIA LANGSUNG MELONJAK
    • BERULAH LAGI, TRUMP ANCAM SANKSI TARIF SEBESAR 25 PERSEN KE NEGARA MITRA BISNIS IRAN
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Naradata
    • Berita
      • Indonesia
      • Internasional
    • Politik
      • Politik Nasional
      • Politik Internasional
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Entertainment
      • Musik
    • Sports
      • Sepakbola
      • Olahraga Lainnya
    • Lifestyle
    • More
      • Travel
      • Pendidikan
      • Makanan
      • Hukum
      • Sejarah
      • Kesehatan
    Naradata
    Home » Blog » RUPIAH ANJLOK KE RP 16.925 PER DOLAR AS, IMBAS ISU GREENLAND-DEFISIT APBN 2025
    Bisnis

    RUPIAH ANJLOK KE RP 16.925 PER DOLAR AS, IMBAS ISU GREENLAND-DEFISIT APBN 2025

    NaradataBy Naradata19 Januari 2026Tidak ada komentarMenit Baca
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Nilai tukar rupiah kembali tertekan pada perdagangan hari ini dan kian mendekati level psikologis Rp 17.000 per dolar AS. Tekanan datang dari kombinasi sentimen eksternal yang memanas serta kekhawatiran pasar terhadap kondisi fiskal domestik.

    Berdasarkan data Bloomberg, Senin (19/1) pada pukul 13.14 WIB, rupiah tercatat anjlok 39 poin atau 0,23 persen ke level 16.925 per dolar AS. Pelemahan ini memperpanjang tren negatif rupiah yang sudah terjadi sejak awal pekan.

    Pengamat Pasar Uang Ibrahim Assuabi menilai pelemahan rupiah tidak bisa dilepaskan dari faktor fiskal dalam negeri yang dinilai belum solid. Rilis terbaru mengenai kondisi anggaran negara menjadi salah satu pemicu utama gejolak di pasar valuta asing. Sebagai catata, defisit APBN 2025 mencapai 2,92 persen terhadap PDB.

    “Pelemahan rupiah itu kan karena masalah fiskal ya. Fiskal itu kemarin pada saat rilis itu kan terjadi defisit. Nah ini yang membuat sebenarnya gonjang-ganjing rupiah ini mengalami pelemahan,” kata Ibrahim, Senin (19/1).

    Selain faktor domestik, tekanan terbesar justru datang dari luar negeri. Ketegangan geopolitik global dan eskalasi perang dagang dinilai memberikan dorongan kuat terhadap penguatan dolar AS sebagai aset aman, sekaligus menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

    Ibrahim menyoroti konflik geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat dan Eropa, khususnya terkait isue Grenland, yang berujung pada ancaman kebijakan tarif tinggi antarnegara. Kondisi ini diperparah dengan kebijakan proteksionisme Uni Eropa terhadap China yang berpotensi memperdalam fragmentasi perdagangan global.

    Situasi politik di Amerika Serikat juga dinilai menambah ketidakpastian pasar. Pemanggilan sejumlah tokoh penting ke ranah hukum menjadi sentimen negatif tambahan yang memperbesar volatilitas global dan mendorong pelaku pasar mencari perlindungan pada dolar AS.

    Dari sisi domestik, Ibrahim menilai koordinasi kebijakan antara Bank Indonesia dan pemerintah belum cukup kuat untuk meredam tekanan eksternal. Meski BI terus melakukan intervensi di pasar, upaya tersebut dinilai belum mampu menahan laju pelemahan rupiah secara signifikan.

    “Ya internal sendiri kan tidak ada kesimbangan antara Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan. Bank Indonesia terus melakukan intervensi, tapi buktinya ya itu pun juga belum bisa menahan laju pelemahan penguat mata uang rupiah,” ungkapnya.

    Ia juga mengingatkan bahwa prospek pendapatan negara yang melemah, khususnya dari sisi pajak pada 2025, menjadi faktor yang sensitif bagi pasar. Isu defisit anggaran kembali dijadikan momentum oleh pelaku pasar untuk melepas aset berdenominasi rupiah.

    Demonstrasi penolakan terhadap tekanan politik dan wacana pengambilalihan Greenland oleh Amerika Serikat di Nuuk, Greenland, Sabtu (17/1/2026). Foto: Evgeniy Maloletka/AP Photo

    Dengan kombinasi tekanan tersebut, Ibrahim memperkirakan rupiah berpeluang menembus level Rp 17.000 per dolar AS dalam waktu dekat. “Ya di minggu ini, saya perkirakan Rp 17.000 kena di minggu ini,” tegasnya.

    Pandangan senada disampaikan Pengamat Pasar Uang dari Investindo, Ariston Tjendra. Menurutnya, eskalasi konflik geopolitik global mendorong penguatan dolar AS sebagai aset safe haven, yang secara langsung menekan rupiah.

    Isu konsentrasi pasukan Eropa di Greenland serta intervensi Amerika Serikat di Iran menjadi sentimen yang membuat investor global semakin berhati-hati. Di saat yang sama, faktor domestik seperti pertumbuhan ekonomi Indonesia yang belum mencapai target juga menambah tekanan.

    “Isu pertikaian geopolitik yang memanas seperti konsentrasi pasukan Eropa di Greenland untuk menghadapi AS, intervensi AS di Iran membuat dolar AS sebagai salah satu aset aman semakin menguat,” kata Ariston.

    Ariston menambahkan, meskipun pemerintah dan Bank Indonesia telah menggelontorkan berbagai stimulus, pasar masih meragukan kemampuan ekonomi nasional untuk tumbuh agresif dalam waktu dekat.

    “Ditambah kondisi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang belum bisa ke 6 persen meskipun sudah banyak stimulus yang diberikan pemerintah dan BI, memberikan tekanan ke rupiah,” tutur dia.

    Dengan kondisi tersebut, Ariston juga membuka peluang pelemahan rupiah berlanjut hingga ke level psikologis berikutnya. “Minggu ini berpeluang ke Rp 17.000,” katanya.

    Petugas keamanan melakukan penjagaan di kawasan Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Rabu (3/9/2025). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO

    Sementara itu, Bank Indonesia (BI) masih enggan memberikan respons karena masuk silent period jelang Rapat Dewan Gubernur pada 20-21 Januari 2026.

    Namun sebelumnya, Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin G Hutapea, menyebut tekanan global pada awal 2026 cukup kuat. Hal ini dipicu eskalasi tensi geopolitik, kekhawatiran terhadap independensi bank sentral di sejumlah negara maju, serta ketidakpastian arah kebijakan moneter The Fed di tengah meningkatnya kebutuhan valas domestik.

    Berdasarkan data Bloomberg, kurs rupiah terhadap dolar AS pada Rabu (14/1) pukul 11.15 WIB berada di Rp 16.863 atau menguat 14 poin (0,08 persen).

    “Bank Indonesia konsisten menjaga stabilitas nilai tukar sehingga dapat menjaga stabilitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi,” kata Erwin dalam keterangan tertulis, Rabu (14/1).

    Erwin mengatakan pelemahan rupiah itu masih sejalan dengan mata uang regional lain, seperti won Korea yang melemah 2,46 persen dan peso Filipina 1,04 persen.

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Naradata

    Related Posts

    EFEK GEJOLAK GLOBAL RUPIAH TERTEKAN, BANK INDONESIA PERKUAT STABILISASI

    14 Januari 2026

    TRUMP ANCAM PIDANA KETUA THE FED JEROME POWELL, HARGA EMAS DUNIA LANGSUNG MELONJAK

    13 Januari 2026

    TRUMP AKAN REIMBURSE PERUSAHAAN AS YANG AMBIL ALIH INDUSTRI MINYAK VENEZUELA

    07 Januari 2026
    Tinggalkan Komentar Cancel Reply

    Berita Top

    KATA MENAG: KALAU CARI UANG JANGAN JADI GURU, JADI PEDAGANG

    03 September 202529 Views

    BREAKING NEWS! HASIL RAPAT SYURIAH MEMINTA KETUM PB NU MUNDUR TERATUR

    24 November 202510 Views

    PRABOWO TURUN TANGAN SELESAIKAN MASALAH 2 GURU YANG DIPECAT DAN DIHUKUM KARENA BANTU HONORER YANG TAK DIGAJI

    13 November 202510 Views

    MENPERIN AKAN TEMUI PURBAYA, MINTA PEMINDAHAN JALUR MASUK BARANG IMPOR

    14 November 20259 Views
    Jangan Lewatkan
    Bisnis

    RUPIAH ANJLOK KE RP 16.925 PER DOLAR AS, IMBAS ISU GREENLAND-DEFISIT APBN 2025

    By Naradata19 Januari 20260

    Nilai tukar rupiah kembali tertekan pada perdagangan hari ini dan kian mendekati level psikologis Rp…

    AHY SAMPAIKAN PENYEBAB UTAMA PESAWAT ATR 42-500 JATUH MASIH DIINVESTIGASI

    19 Januari 2026

    TRUMP ANCAM KENAIKAN TARIF 10% BAGI NEGARA EROPA PENDUKUNG GREENLAND

    19 Januari 2026

    PANGLIMA MILITER IRAN TEGASKAN SIAP PERANG DENGAN AMERIKA

    14 Januari 2026
    Ikuti Kami Terus
    • Facebook
    • Twitter
    • WhatsApp
    Tentang Kami
    Tentang Kami

    NARADATA adalah perusahaan penyedia platform, layanan big data, riset dan pengolahan data yang berpengalaman dibidang publikasi, produksi content digital dan strategi komunikasi.

    Facebook X (Twitter)
    Pilihan Kami

    RUPIAH ANJLOK KE RP 16.925 PER DOLAR AS, IMBAS ISU GREENLAND-DEFISIT APBN 2025

    19 Januari 2026

    AHY SAMPAIKAN PENYEBAB UTAMA PESAWAT ATR 42-500 JATUH MASIH DIINVESTIGASI

    19 Januari 2026

    TRUMP ANCAM KENAIKAN TARIF 10% BAGI NEGARA EROPA PENDUKUNG GREENLAND

    19 Januari 2026
    Berita Populer

    KATA MENAG: KALAU CARI UANG JANGAN JADI GURU, JADI PEDAGANG

    03 September 202529 Views

    BREAKING NEWS! HASIL RAPAT SYURIAH MEMINTA KETUM PB NU MUNDUR TERATUR

    24 November 202510 Views

    PRABOWO TURUN TANGAN SELESAIKAN MASALAH 2 GURU YANG DIPECAT DAN DIHUKUM KARENA BANTU HONORER YANG TAK DIGAJI

    13 November 202510 Views
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Home
    © 2026 naradata

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.