Pemerintah Venezuela menyatakan akan menghadapi serangan AS dengan semangat perjuangan Simón Bolívar.
Serangan dinilai sebagai bentuk intervensi asing terhadap negara berdaulat. Pemerintah menegaskan rakyat Venezuela akan tetap bersatu. Venezuela juga menekankan hak menentukan nasib sendiri tidak dapat diganggu oleh kekuatan eksternal.
“Rakyat dan pemerintah sah Venezuela tetap teguh mempertahankan kedaulatan dan hak menentukan nasib sendiri,” tulis pernyataan tersebut.
Venezuela menyebut serangan AS berpotensi mengancam perdamaian dan stabilitas internasional.
Pemerintah menilai eskalasi militer tersebut dapat memperluas konflik di kawasan Amerika Latin dan Karibia. Venezuela mendesak PBB dan komunitas internasional mengambil sikap tegas.
“Agresi tersebut mengancam perdamaian dan stabilitas internasional,” kata pemerintah Venezuela.
Selain itu Pemerintah Venezuela juga menuding serangan AS bertujuan merebut sumber daya strategis negara itu, khususnya minyak dan mineral.
Serangan disebut menyasar infrastruktur penting di Caracas dan wilayah sekitarnya. Pemerintah Venezuela menilai hal ini sebagai upaya melemahkan kedaulatan negara.
Venezuela menegaskan tidak akan tunduk terhadap tekanan militer dan politik dari AS.
“Tujuan serangan ini tidak lain adalah untuk merebut sumber daya strategis Venezuela, terutama minyak dan mineral,” demikian pernyataan pemerintah seperti dikutip dari keterangan pers Kedutaan Besar Venezuela di Indonesia, Sabtu (3/1).
