Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona merah pada penutupan perdagangan saham siang ini, Selasa (9/9) usai serah terima jabatan (sertijab) Menteri Keuangan (Menkeu) dari Sri Mulyani kepada Purbaya, IHSG sesi I ditutup turun 128,592 poin (1,66 persen) ke 7.638,257.
Sementara indeks LQ45 ditutup turun 12,284 poin (1,57 persen) ke 771,306. Sebanyak 193 saham naik, 510 saham turun, dan 100 saham stagnan.
Frekuensi saham ditransaksikan sebanyak 1.571.845 kali dengan total volume perdagangan sebanyak 23,135 miliar saham senilai Rp 15,07 triliun.
Saham-saham penahan indeks atau top losers siang ini di antaranya MNC Sky Vision Tbk (MSKY) turun 15 poin (13,89 persen) ke 93; Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM) turun 115 poin (12,43 persen) ke 115; Tempo Intimedia Tbk (TMPO) turun 23 poin (11,86 persen) ke 171; dan Wulandari Bangun Laksana Tbk (BSBK) turun 7 poin (9,72 persen) ke 65.
Mengutip data Bloomberg, nilai tukar rupiah siang ini anjlok 167,00 poin (1,02 persen) ke level Rp 16.476 terhadap dolas AS.
Berikut kondisi bursa saham Asia siang ini:
Indeks Nikkei 225 di Jepang turun 48,902 poin (0,12 persen) ke 43,595,199
Indeks Hang Seng di Hong Kong naik 216,539 poin (0,84 persen) ke 25.849,740
Indeks SSE Composite di China turun 13,680 poin (0,35 persen) ke 3.813,260
Indeks Straits Times di Singapura turun 15,470 poin (0,36 persen) ke 4.292,549
Dalam perpisahan tersebut Sri Mulyani menyampaikan pesan khusus kepada jajaran pejabat dan pegawai Kemenkeu untuk terus menjaga keuangan negara dan Kementerian Keuangan sebagai pilar stabilitas dan instrumen penting untuk mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan masyarakat Indonesia serta kemajuan bangsa.
“Jalankan dan lanjutkan tugas dengan amanah, profesional, kompeten, dan jaga selalu integritas. Bantu pimpinan yang baru dan terus melaksanakan tugas dengan dedikasi,” ucapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Sri Mulyani juga menyampaikan rasa terima kasih kepada berbagai pihak yang telah bekerja sama selama mulai dari jajaran kabinet, Lembaga Legislatif, Yudikatif, dunia usaha, akademisi, hingga masyarakat luas dan seluruh pemangku kepentingan yang tidak dapat sebutkan satu persatu olehnya.
“Saya ingin menyampaikan terima kasih atas kerja sama, dukungan, bantuan, masukan, kritikan, terutama kritikan yang membangun, yang diberikan kepada saya dan kepada Kementerian Keuangan sehingga kita terus dapat memperbaiki kebijakan, regulasi, dan respons Kementerian Keuangan dan Keuangan Negara di dalam menjalankan tugas negara,” ujarnya.
Sri Mulyani juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan selama menjabat sebagai Menteri Keuangan.
“Tidak ada gading yang tidak rusak, tidak ada gading yang tidak retak, tidak ada manusia yang sempurna. Pasti dalam menjalankan amanah ada kekurangan, ada kekhilafan untuk itu saya dengan rendah hati memohon maaf,” kata Sri Mulyani.
Di penghujung pidatonya, Sri Mulyani menyampaikan salam pamitan dan meminta agar menghormati ruang privasinya setelah kembali menjadi warga negara biasa
“Saya pamit undur diri pagi hari ini dan mohon mulai saat ini untuk kami menghormati ruang privasi kami, atau ruang berbagi saya sebagai warga negara biasa. Salam sehat untuk seluruhnya dan sukses untuk semuanya yang hadir dan jangan pernah lelah mencintai Indonesia,” tutupnya
