Close Menu
Naradata
    Berita Terkini

    BANK DUNIA PROYEKSIKAN EKONOMI RI DI ANGKA 4,7% DI 2026

    09 April 2026

    ISRAEL GEMPUR LEBANON SAAT AS-IRAN GENCATAN SENJATA, IRAN PERTANYAKAN KOMITMEN AS?

    09 April 2026

    DIMEDIASI PAKISTAN, AS DAN IRAN SEPAKAT GENCATAN SENJATA SELAMA 2 PEKAN

    09 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • BANK DUNIA PROYEKSIKAN EKONOMI RI DI ANGKA 4,7% DI 2026
    • ISRAEL GEMPUR LEBANON SAAT AS-IRAN GENCATAN SENJATA, IRAN PERTANYAKAN KOMITMEN AS?
    • DIMEDIASI PAKISTAN, AS DAN IRAN SEPAKAT GENCATAN SENJATA SELAMA 2 PEKAN
    • BGN STOP SEMENTARA OPERASIONAL 1.512 SPPG DI PULAU JAWA
    • SEMINGGU DUA KALI OTT, KPK TEGASKAN TAK ADA PENARGETAN
    • BOS PEMUDA PANCASILA DIPERIKSA KPK
    • INDONESIA HARAP IRAN, ISRAEL DAN AS PATUHI HUKUM INTERNASIONAL, MINTA AS DAN ISRAEL HENTIKAN SERANGAN KE IRAN
    • RUPIAH MELEMAH TEMBUS RP 17.000, SITUASI GLOBAL DAN LONJAKAN HARGA MINYAK PICU GEJOLAK
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Naradata
    • Berita
      • Indonesia
      • Internasional
    • Politik
      • Politik Nasional
      • Politik Internasional
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Entertainment
      • Musik
    • Sports
      • Sepakbola
      • Olahraga Lainnya
    • Lifestyle
    • More
      • Travel
      • Pendidikan
      • Makanan
      • Hukum
      • Sejarah
      • Kesehatan
    Naradata
    Home » Blog » HARGA MINYAK NAIK, IMBAS AMERIKA SERANG VENEZUELA
    Uncategorized

    HARGA MINYAK NAIK, IMBAS AMERIKA SERANG VENEZUELA

    NaradataBy Naradata09 Januari 2026Tidak ada komentarMenit Baca
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Harga Minyak dunia naik lebih dari 3 persen pada perdagangan Kamis (8/1) setelah dua hari berturut-turut melemah, dan ditutup pada level tertinggi dalam dua pekan. Kenaikan ini terjadi seiring investor mencermati perkembangan di Venezuela serta kekhawatiran terhadap pasokan dari Rusia, Irak, dan Iran.

    Mengutip Reuters, kontrak berjangka Brent naik USD 2,03 atau 3,4 persen menjadi USD 61,99 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat menguat USD 1,77 atau 3,2 persen ke USD 57,76 per barel. Penutupan ini merupakan yang tertinggi bagi Brent sejak 24 Desember.

    Menurut dua sumber Reuters, sejumlah kedutaan asing di Venezuela tengah menyiapkan agenda kunjungan pada pekan depan yang akan melibatkan perwakilan perusahaan minyak dari AS dan Eropa. Rencana tersebut muncul setelah Washington mengumumkan kesepakatan minyak senilai USD 2 miliar serta pengiriman barang-barang asal AS ke negara Amerika Selatan itu.

    AS menyita dua kapal tanker minyak yang terkait dengan Venezuela di Samudra Atlantik pada Rabu (7/1), salah satunya berlayar dengan bendera Rusia. Penyitaan ini merupakan bagian dari langkah agresif Presiden AS Donald Trump untuk mengendalikan arus minyak di kawasan Amerika dan memaksa pemerintah sosialis Venezuela menjadi sekutu.

    Setelah menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dalam sebuah serangan militer di Caracas pada Sabtu (3/1), AS terus meningkatkan blokade terhadap kapal-kapal yang berada di bawah sanksi dan bepergian dari dan menuju Venezuela, yang merupakan anggota Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC).

    “Pasar kembali menguat, dengan harga acuan minyak mentah kembali ke kisaran penutupan Jumat lalu sebelum AS menyingkirkan Maduro,” kata para analis dari firma penasihat energi Ritterbusch and Associates dalam sebuah catatan.

    “Fakta bahwa perkembangan besar ini hanya berdampak kecil terhadap pasar energi tidaklah mengejutkan, karena masuknya volume signifikan minyak mentah Venezuela ke wilayah Pantai Teluk AS bisa memakan waktu bertahun-tahun,” lanjut Ritterbusch.

    Adapun Senat AS pada Kamis (8/1) meloloskan pemungutan suara untuk melanjutkan resolusi yang akan melarang Presiden Donald Trump mengambil tindakan militer lanjutan terhadap Venezuela tanpa persetujuan Kongres. Namun, Trump menyatakan bahwa pengawasan AS terhadap negara tersebut bisa berlangsung selama bertahun-tahun.

    Menteri Energi AS Chris Wright mengatakan, masih ada ruang untuk menyeimbangkan peran AS dan China di Venezuela agar memungkinkan perdagangan. Namun, Washington tidak akan membiarkan Beijing memiliki kendali besar atas negara Amerika Selatan itu.

    Dalam wawancara dengan Fox Business Network, Wright juga mengatakan ia memperkirakan Chevron akan dengan cepat memperluas aktivitasnya di Venezuela, dengan perusahaan minyak besar AS lainnya seperti ConocoPhillips dan Exxon Mobil juga berupaya memainkan peran yang konstruktif.

    Pemerintahan Trump telah mengundang pimpinan perusahaan perdagangan komoditas Vitol dan Trafigura ke Gedung Putih pada Jumat (9/1) untuk membahas pemasaran minyak Venezuela, menurut empat sumber yang mengetahui hal tersebut.

    Sementara itu, Reliance Industries India, operator kompleks kilang terbesar di dunia, mengatakan akan mempertimbangkan untuk membeli minyak Venezuela jika diizinkan untuk dijual kepada pembeli non-AS. Venezuela saat ini memproduksi sekitar 1 persen dari pasokan minyak dunia.

    Sementara itu, sebuah kapal tanker minyak tujuan Rusia mengalami serangan drone di Laut Hitam, yang membuat kapal tersebut meminta bantuan Penjaga Pantai Turki dan mengalihkan rutenya. Informasi ini disampaikan oleh Lloyd’s List Intelligence dan sumber keamanan maritim terpisah pada Kamis (8/1).

    Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan pada Kamis (8/1) bahwa teks jaminan keamanan bilateral antara Kyiv dan Washington “pada dasarnya sudah siap” untuk difinalisasi bersama Trump.

    Senator Republik AS Lindsey Graham pada Rabu (7/1) menyatakan Trump akan mengizinkan rancangan undang-undang sanksi bipartisan yang menargetkan negara-negara yang berbisnis dengan Rusia, yaitu produsen minyak terbesar kedua dunia setelah AS, untuk diproses di Kongres.

    Kabinet Irak telah menyetujui rencana untuk menasionalisasi operasi di ladang minyak West Qurna 2, salah satu yang terbesar di dunia, seiring pemerintah berupaya mencegah gangguan akibat sanksi AS terhadap pemegang saham Rusia, Lukoil.

    Presiden Iran Masoud Pezeshkian memperingatkan pemasok dalam negeri agar tidak menimbun atau menaikkan harga barang secara berlebihan, di tengah penerapan reformasi subsidi berisiko tinggi saat protes nasional terkait kesulitan ekonomi berlangsung.

    “Iran memiliki sejarah panjang protes, dan tidak ada tanda-tanda bahwa rezim berada di ambang kejatuhan. Namun, tergantung bagaimana situasi berkembang, ekspor minyak Iran, yang setara dengan 2 persen pasokan global bisa terancam,” kata analis strategi investasi di Raymon James, Pavel Molchanov.

    Kelompok pemantau internet NetBlocks melaporkan adanya pemadaman internet secara nasional di Iran pada Kamis (8/1), ketika protes terkait kesulitan ekonomi terus terjadi di Irak dan Iran, yang merupakan dua produsen minyak terbesar di OPEC setelah Arab Saudi.

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Naradata

    Related Posts

    RUPIAH MELEMAH TEMBUS RP 17.000, SITUASI GLOBAL DAN LONJAKAN HARGA MINYAK PICU GEJOLAK

    09 Maret 2026

    BANK INDONESIA PUTUSKAN MENAHAN SUKU BUNGA ACUAN (BI RATE) DI LEVEL 4,75 PERSEN PADA JANUARI 2026

    21 Januari 2026

    SETELAH DARI SUMATERA DAN ACEH PRABOWO LANJUT SAMBANGI PENGUNGSIAN DI SUMBAR

    01 Desember 2025
    Tinggalkan Komentar Cancel Reply

    Berita Top

    KATA MENAG: KALAU CARI UANG JANGAN JADI GURU, JADI PEDAGANG

    03 September 202551 Views

    BAMBANG PACUL LENGSER DARI KETUA DPD PDIP JATENG

    22 Agustus 202518 Views

    BREAKING NEWS! HASIL RAPAT SYURIAH MEMINTA KETUM PB NU MUNDUR TERATUR

    24 November 202516 Views

    HARGA CABAI DI JAKARTA MASIH MAHAL, MENTAN BAKAL MINTA SUPLAI PASOKAN DARI ACEH

    13 November 202516 Views
    Jangan Lewatkan
    Indonesia

    BANK DUNIA PROYEKSIKAN EKONOMI RI DI ANGKA 4,7% DI 2026

    By Naradata09 April 20260

    Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di level 4,7 persen pada 2026. Angka ini…

    ISRAEL GEMPUR LEBANON SAAT AS-IRAN GENCATAN SENJATA, IRAN PERTANYAKAN KOMITMEN AS?

    09 April 2026

    DIMEDIASI PAKISTAN, AS DAN IRAN SEPAKAT GENCATAN SENJATA SELAMA 2 PEKAN

    09 April 2026

    BGN STOP SEMENTARA OPERASIONAL 1.512 SPPG DI PULAU JAWA

    11 Maret 2026
    Ikuti Kami Terus
    • Facebook
    • Twitter
    • WhatsApp
    Tentang Kami
    Tentang Kami

    NARADATA adalah perusahaan penyedia platform, layanan big data, riset dan pengolahan data yang berpengalaman dibidang publikasi, produksi content digital dan strategi komunikasi.

    Facebook X (Twitter)
    Pilihan Kami

    BANK DUNIA PROYEKSIKAN EKONOMI RI DI ANGKA 4,7% DI 2026

    09 April 2026

    ISRAEL GEMPUR LEBANON SAAT AS-IRAN GENCATAN SENJATA, IRAN PERTANYAKAN KOMITMEN AS?

    09 April 2026

    DIMEDIASI PAKISTAN, AS DAN IRAN SEPAKAT GENCATAN SENJATA SELAMA 2 PEKAN

    09 April 2026
    Berita Populer

    KATA MENAG: KALAU CARI UANG JANGAN JADI GURU, JADI PEDAGANG

    03 September 202551 Views

    BAMBANG PACUL LENGSER DARI KETUA DPD PDIP JATENG

    22 Agustus 202518 Views

    BREAKING NEWS! HASIL RAPAT SYURIAH MEMINTA KETUM PB NU MUNDUR TERATUR

    24 November 202516 Views
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Home
    © 2026 naradata

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.