Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa negaranya akan mengambil alih pengelolaan Venezuela usai penangkapan Presiden Nicolas Maduro.
Trump mengatakan Amerika Serikat akan menjalankan Venezuela untuk sementara waktu demi memastikan proses transisi berjalan aman dan terkendali.
“Kita akan menjalankan negara ini sampai kita dapat melakukan transisi yang aman, tepat, dan bijaksana. Jadi kita tidak ingin terlibat dengan orang lain yang masuk dan kita memiliki situasi yang sama seperti yang kita alami selama bertahun-tahun terakhir. Jadi kita akan menjalankan negara ini sampai kita dapat melakukan transisi yang aman, tepat, dan bijaksana. Dan itu harus bijaksana karena itulah tujuan kita,” ujar Trump dalam konferensi persnya, Minggu (4/1).
Menurut Trump, langkah tersebut dilakukan demi kepentingan rakyat Venezuela, termasuk jutaan warga Venezuela yang saat ini tinggal di luar negeri.
“Kami menginginkan perdamaian, kebebasan, dan keadilan bagi rakyat Venezuela yang hebat, dan itu termasuk banyak warga Venezuela yang sekarang tinggal di Amerika Serikat dan ingin kembali ke negara mereka. Itu adalah tanah air mereka,” katanya.

Trump juga menekankan Amerika Serikat tidak ingin Venezuela kembali jatuh ke tangan pihak-pihak yang dinilai tidak memperhatikan kesejahteraan rakyat.
“Kita tidak bisa mengambil risiko bahwa orang lain mengambil alih Venezuela tanpa memikirkan kesejahteraan rakyat Venezuela. Kita telah mengalami hal itu selama beberapa dekade. Kita tidak akan membiarkan itu terjadi. Kita sudah sampai di sana sekarang,” ucapnya.
Ia menambahkan bahwa kehadiran Amerika Serikat akan berlangsung hingga transisi pemerintahan yang dianggap tepat benar-benar terwujud.
“Dan apa yang tidak dipahami orang, tetapi mereka mengerti saat saya mengatakan ini, kita sudah sampai di sana sekarang, tetapi kita akan tetap di sana sampai transisi yang tepat dapat terjadi. Jadi kita akan tetap di sana sampai kita menjalankannya sampai transisi yang tepat dapat terjadi,” tandas dia.
Trump memberikan ancaman bahwa dirinya siap meluncurkan serangan lanjutan ke Venezuela apabila situasi mengharuskannya. Ia menegaskan opsi serangan kedua tetap terbuka dan bahkan disiapkan dengan skala yang lebih besar.
“Dan kita siap untuk melancarkan serangan kedua dan jauh lebih besar jika perlu. Jadi kami siap melakukan gelombang kedua jika memang perlu. Kami sebenarnya berasumsi bahwa gelombang kedua akan diperlukan, tetapi sekarang mungkin tidak,” kata Trump dalam konferensi persnya, Minggu (4/1).
Menurut Trump, serangan pertama yang telah dilakukan berjalan sangat sukses sehingga kemungkinan serangan lanjutan masih dipertimbangkan.
Gelombang pertama, jika Anda ingin menyebutnya demikian, serangan pertama sangat sukses, jadi mungkin kami tidak perlu melakukan gelombang kedua, tetapi kami siap melakukan gelombang kedua. Bahkan gelombang yang jauh lebih besar,” ujarnya.
