IMBAS MENINGGALNYA DIRVER OJOL AKIBAT DEMO, BEM UI TUNTUT KAPOLRI MUNDUR

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI berencana menggelar demo bertema #aparatkeparat di depan Polda Metro Jaya, Jumat (29/8) siang. Hal itu terkait meninggalnya driver ojol, Affan, karena dilindas mobil Brimob Polda Metro Jaya.
“Sudah dipesan 12 kopaja, bisa ribuan ini yang ke sana nanti. Tajuknya #aparatkeparat. Kumpul dulu di lapangan FISIP UI jam 13.00 WIB,” kata Kadep Aksi Propaganda BEM UI, Rafa Al Gatran.
Rafa menambahkan, mahasiswa yang mendaftar untuk ikut aksi ini terus mengalir. Mereka berasal dari berbagai fakultas.
Kata dia, ada 5 tuntutan yang akan disuarakan BEM UI. Salah satu tuntutannya mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit mundur.
Berikut selengkapnya:
- Menuntut Kepolisian Republik Indonesia untuk bertanggung jawab penuh terhadap penangkapan, kekerasan, hingga pembunuhan yang dilakukan kepada seluruh massa aksi;
- Mencopot Kapolda Metro Jaya dan Kapolri yang tutup mata dan terus membiarkan represifitas terhadap masyarakat sipil terjadi;
- Menghukum dengan tegas setiap anggota Kepolisian Republik Indonesia yang melakukan kekerasan, penyiksaan, hingga pembunuhan terhadap massa aksi;
- Membebaskan seluruh massa aksi yang ditahan maksimal 1 x 24 Jam; dan
- Menuntut reformasi secara struktural, kultural, dan instrumental Institusi Kepolisian Republik Indonesia yang telah menyimpang jauh dari tugas pokok dan wewenangnya.
Kata Gatran, BEM berani aksi di Polda Metro karena LBH Jakarta berniat melakukan aksi serupa di sana.
“Jadi ada langkah preventif kalau ada apa apa,” kata Gatran.
Kapolri Minta Maaf
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menyampaikan permohonan maaf ke keluarga besar ojek online (ojol) dan masyarakat terkait ini.
Hal itu disampaikan Sigit usai menemui keluarga driver ojol tersebut di RSCM Jakarta Pusat, Jumat (29/8) dini hari.
“Tentunya juga saya meminta maaf kepada seluruh keluarga besar ojol dan juga masyarakat atas musibah dan peristiwa yang terjadi,” ucap Sigit kepada wartawan, di RSCM Jakarta Pusat, Jumat (29/8) dini hari.
Mewakili institusi Polri, Sigit pun menyampaikan duka cita yang mendalam dan permohonan maaf sebesar-besarnya.
“Sekali lagi mohon maaf atas peristiwa yang terjadi, dan kami mewakili keluarga besar institusi Polri menyampaikan duka cita yang mendalam dan permohonan maaf yang sebesar-besarnya,” tutur dia.