KPK UNGKAP IMANUEL EBENEZER LAKUKAN KORUPSI 2 BULAN SETELAH DILANTIK PRESIDEN

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan eks Wamenaker Immanuel Ebenezer mengetahui adanya praktik pemerasan dalam pengurusan sertifikasi K3 di Kemnaker. Noel disebut membiarkan dan bahkan meminta jatah.
“Kita akan melihat itu dan tentu itu menjadi salah satu materi yang akan didalami oleh penyidik ya dalam perkara ini,” kata Jubir KPK, Budi Prasetyo
Dalam kasus tersebut, Noel meminta jatah kepada Koordinator Bidang Kelembagaan dan Personel K3 2022-2025, Irvian Bobby Mahendro, yang menjadi otak pemerasan.
Noel kemudian diberikan uang Rp 3 miliar yang uang tersebut dipakai untuk renovasi rumahnya di Cimanggis. Serta satu motor Ducati Scrambler Nightshif.
Dalam pemerasan yang terjadi dalam kurun 2019-2024, terkumpul uang hingga Rp 81 miliar. Budi juga menyatakan, KPK juga saat ini sedang mendalami aliran dana hasil korupsi tersebut
“Termasuk KPK juga pasti akan mendalami terkait dengan aliran-aliran uang hasil dugaan pemerasan yang dilakukan dalam sertifikasi K3 ini. Semuanya akan dilacak dan ditelusuri,” jelasnya.
KPK juga kemungkinan akan memanggil Menaker Yassierli dan juga Menaker sebelumnya, Ida Fauziah. Sebab, korupsi tersebut diduga terjadi sejak 2019 lalu.
“Dalam melengkapi berkas tersebut tentu KPK terbuka untuk memanggil siapa saja yang diduga mengetahui konstruksi perkara ini. Sehingga berkas penyidikannya juga bisa segera dilengkapi,” ucap Budi.
Sebelumnya, Ketua KPK, Setyo Budiyanto, menyatakan bahwa Noel mengetahui pemerasan tersebut dan membiarkan praktik itu terjadi di instansinya. Bahkan, lanjut Setyo, Noel juga turut meminta aliran dana pemerasan tersebut.
“Dari peran IEG (Immanuel Ebenezer Gerungan) itu adalah dia tahu, dan membiarkan, bahkan kemudian meminta,” ujar Setyo
“Jadi artinya, itu proses yang dilakukan oleh para tersangka ini bisa dikatakan sepengetahuan oleh IEG,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi, Asep Guntur Rahayu, menyebut bahwa praktik pemerasan tersebut dilakukan oleh Noel semenjak menjabat sebagai Wamenaker.
Adapun Noel mulai dilantik menjadi Wamenaker pada Oktober 2024. Berdasarkan informasi yang disampaikan KPK, pemerasan dalam pengurusan sertifikasi K3 di Kemnaker diperkirakan telah berlangsung sejak 2019.
“Terkait dengan peran IEG [Immanuel Ebenezer Gerungan], ini kan masuknya [Kemnaker] di 2024, ya,” kata Asep.
“Nah ini, apa namanya, dalam pandangan awam aja kalau masuk langsung berhenti berarti kan dia melaksanakan tugasnya,” imbuhnya.
Alih-alih memberhentikan praktik culas di Kemnaker, lanjut Asep, Noel yang mengetahui pemerasan tersebut justru membiarkan, meminta, bahkan menerima aliran dana sebesar Rp 3 miliar pada Desember 2024 sekitar dua bulan setelah ia dilantik.
Noel diduga menggunakan uang itu untuk renovasi rumah di Cimanggis, Depok, Jawa Barat. Selain itu, ia juga diberikan motor Ducati Scrambler dari hasil pemerasan tersebut.
Noel menyampaikan permohonan maaf kepada sejumlah pihak atas hal tersebut. Namun, dia membantah telah terjaring OTT KPK. Noel menyebut kasus yang menjeratnya juga bukan pemerasan.
Merespon kasus tersebut istana telah memberhentikan noel dari jabatannya sebagai Wamenaker oleh Presiden Prabowo Subianto.