#kesehatan #Uncategorized

WASPADA POTENSI CUACA EKSTREM SEMINGGU KE DEPAN

BMKG merililis adanya potensi peningkatan curah hujan dalam sepekan ke depan terutama di wilayah Indonesia Tengah hingga Timur meskipun sudah hampir separuh dari wilayah Indonesia sudah memasuki musim kemarau.

Fenomena tersebut dipengaruhi oleh atmosfer yang memberikan peran dalam pertumbuhan awan hujan. Keberadaan Bibit Siklon Tropis 90S di Samudra Hindia barat daya Bengkulu secara tidak langsung membentuk daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) di sepanjang pulau Jawa dan Pesisir Barat Sumatra bagian selatan.

“Selain itu, kombinasi gelombang Low–Frequency dan Mixed Rossby-Gravity, didukung dengan suhu muka laut (SST) yang hangat di sejumlah perairan Indonesia juga berkontribusi terhadap peningkatan kandungan uap air di atmosfer yang memperkuat pembentukan awan hujan,” urai BMKG.

Dengan kondisi tersebut, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi meskipun musim kemarau telah tiba. Potensi terjadinya cuaca ekstrem seperti hujan deras, angin kencang tetap ada.

Oleh karena itu, penting untuk memantau informasi cuaca dari BMKG secara rutin, menjaga kebersihan lingkungan untuk menghindari risiko dampak yang diakibatkan, serta mempersiapkan diri menghadapi potensi perubahan cuaca yang cepat demi keselamatan bersama.

Berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer terbaru, potensi pertumbuhan awan hujan di sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan akan meningkat dalam satu pekan ke depan.

Kondisi ini didukung oleh berbagai faktor, mulai dari skala global, regional, hingga lokal, yang secara kolektif menciptakan kondisi atmosfer yang labil dan kondusif untuk pembentukan awan-awan hujan dengan intensitas bervariasi.

Analisis kondisi iklim global menunjukkan ENSO berada pada kategori netral. Sementara itu, nilai Dipole Mode negatif (-0.6) turut memberikan kontribusi pada peningkatan suplai uap air di Samudra Hindia barat Sumatra.

“Dari faktor global lainnya, fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) diprediksi akan tetap aktif di Samudra Hindia Barat Sumatra hingga pertengahan Agustus 2025 mendatang.”

Aktifnya MJO ini akan berkombinasi dengan gelombang atmosfer lain seperti Kelvin, Rossby Ekuator, dan gelombang Low Frequency yang persisten, terutama di Samudra Hindia barat daya Sumatra, perairan selatan Jawa hingga NTT, Selat Makassar, dan sebagian besar wilayah Indonesia bagian timur, yang secara signifikan meningkatkan potensi aktivitas konvektif di wilayah tersebut.

Bibit Siklon Tropis 90S diprakirakan masih berada di Samudra Hindia barat daya Bengkulu, dengan kecepatan angin maksimum 25-30 Knot, tekanan udara minimum 1005 hPa, dan arah gerak ke selatan – barat daya. Pertumbuhan Bibit Siklon Tropis 90S didukung oleh beberapa kondisi, antara lain aktifnya gelombang MJO dan Low Frequency di sekitar sistem, suhu muka laut yang hangat, kelembapan yang cukup basah di setiap lapisan, vortisitas di permukaan yang juga menunjukkan penguatan.

Bibit Siklon Tropis 90S memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca ekstrem dan perairan di wilayah Indonesia berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di Pesisir Barat Sumatera bagian Selatan dan gelombang tinggi 2.5 – 4 m di Samudra Hindia barat Bengkulu hingga Lampung dan Samudra Hindia selatan Banten hingga NTT.

Dengan memperhatikan kompleksitas dinamika atmosfer tersebut, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan proaktif dalam mengantisipasi potensi cuaca signifikan. Di satu sisi, ancaman kekeringan dengan potensi kebakaran hutan dan lahan tetap perlu diwaspadai.

Suasana awan mendung di langit Jakarta, Rabu (21/10/2020). BMKG menyatakan saat ini tengah terjadi fenomena La Nina di Samudera Pasifik yang bisa menimbulkan kondisi cuaca ekstrem di Indonesia, BMKG pun menghimbau masyarakat untuk tetap waspada Foto: Sigid Kurniawan/Antara Foto

Namun di sisi lain, terdapat ancaman lain berupa potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat (khususnya di wilayah Aceh, Bengkulu, Kep. Bangka Belitung dan Sulawesi Barat pada awal Agustus), angin kencang, dan gelombang tinggi juga perlu diantisipasi di wilayah masing-masing selama sepekan ke depan.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *