PESAWAT LATIH SIPIL JATUH SATU ORANG PERWIRA TINGGI TNI GUGUR

Pesawat latih sipil Microlight Fixedwing Quicksilver GT500 dengan register PK-S126 milik Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) jatuh di kawasan Ciampea, Bogor, Jawa Barat pada Minggu (3/8).
Pilot pesawat ternyata adalah Marsekal Pertama TNI Fajar “Red Wolf” Adriyanto dan peserta penerbangan satu orang, Roni Ahmad. Marsekal Fajar adalah mantan Kadispenau pada 2019.
Marsekal Fajar menghembuskan nafas terakhirnya saat tiba di RSAU dr. M. Hassan Toto, di Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
“Informasi sementara sampai di RS meninggal, tapi yang penerbang satunya (Roni) luka berat,” ujar Kadispenau, Marsma I Nyoman Suadnyana
“Penyebabnya juga belum tahu kita, nanti diinvestigasi,” tambahnya

Nyoman menyebut kecelakaan tersebut terjadi pada pukul 10.00 WIB usai lepas landas dari Landasan Udara Atang Sendjaja. Namun, belum diketahui penyebab pastinya.
“Informasinya sementara demikian, pesawat FASI terbang dari Lanud ATS, melaksanakan training, biasa training latihan, tadi pagi insiden lah, ini masih diselidiki mas, masih diinvestigasi, kenapa bisa terjadi seperti itu,” ucap Nyoman.
“Karena pesawatnya bagus, selesai sebelum terbang dicek bagus, nah kita belum bisa memastikan seperti apa,” tambahnya.
Kadispenau Marsma TNI I Nyoman Suadnyana menjelaskan, pesawat tersebut terbang dari Lanud Atang Sendjaja, Bogor, Minggu pukul 10.00 WIB.
“Informasinya sementara demikian, pesawat FASI terbang dari Lanud Atang Sendjaja melaksanakan training, biasa training latihan, tadi pagi insiden lah,” kata Nyoman
Ia menambahkan, penyebab jatuhnya pesawat masih diselidiki. Sebab, kondisi masih layak terbang.
“Ini masih diselidiki, masih diinvestigasi, kenapa bisa terjadi seperti itu, karena pesawatnya bagus, selesai sebelum terbang dicek bagus,” tuturnya